Tampilkan postingan dengan label Properties. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Properties. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2016

Harga Properti Kota Bogor Terus Melambung

Apa yang ada dalam benak Anda ketika mendengar Bogor? Sebagian masyarakat mengetahui Bogor sebagai kota hujan, kotanya kuliner, dan kota macet.
Kendati kondisi jalan terkadang padat, ternyata Bogor masih memiliki daya tarik yang menggiurkan untuk dijadikan tempat tinggal.
Selain harga yang masih relatif murah ketimbang di daerah perbatasan Jakarta, daya tarik lain properti kawasan Bogor adalah hadirnya transportasi umum seperti Kereta Rel Listrik jalur komuter (commuter line), tol yang menyambung ke tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), hingga yang akan dibangun adalah Light Rail Transit (LRT).
Di sana, menjadi gerbang utama kemajuan Bogor, karena akan ada penambahan pembangunan dalam sektor infrastruktur seperti Light Rail Transit (LRT) yang diproyeksikan akan rampung tahun 2018.
Adanya LRT, memberikan pengaruh atas tingginya harga properti di kawasan Sentul. Salah satu perumahan yang memiliki potensi investasi yang baik adalah Perumahan Orchid Regency.
Harga tanah di sekitar perumahan sudah berkisar Rp8,5 juta per meter persegi. Dengan kenaikan harga bisa mencapai Rp4,5 juta per tahun. Sehingga tidak heran bila rumah-rumah baru di Sentul melonjak tajam, mulai dari Rp775 juta – Rp3 miliar.
Tingginya harga properti di Sentul seakan menjadi stimulus perkembangan properti hingga ke daerah perbatasan di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor bagian selatan.
Ciomas dan Pamoyanan merupakan dua lokasi yang sedang diincar para pengembang untuk membuat hunian yang masih menyediakan  harga borongan bangunan yang terjangkau.
Ciomas merupakan nama kecamatan di Kabupaten Bogor, yang diperuntukkan sebagai lokasi hunian terbesar di Kabupaten Bogor. Luas Kecamatan Ciomas adalah 1630,537 ha. Jarak dari Ciomas menuju titik nol Kota Bogor juga lumayan dekat, yakni terpaut 3 kilometer.
Salah satu perumahan yang menarik di Ciomas adalah Ciomas Hills. Jarak dari perumahan Ciomas Hills dengan Stasiun Bogor berada sekitar 9,8 kilometer.
Tidak hanya itu, suasana lingkungan tempat tinggal yang sangat sejuk dan asri kian menarik konsumen untuk tinggal di sana. Related info : harga cat terbaru entah harga cat dinding/ tembok maupun harga cat minyak/ kayu.
Di sisi timur Kabupaten Bogor, harga yang dipasarkan untuk rumah tipe tersebut berkisar antara Rp200 jutaan sampai Rp400 juta.
Angka Rp200 juta bisa dibuktikan bila berkunjung ke kantor pemasaran CitraIndah. Di klaster Bukit Ebony, pengembang yakni Ciputra Grup memiliki empat tipe yang bisa dipilih sesuai dengan alokasi bujet konsumennya.
Tipe 36/72. 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Harga Rp183.300.000
Tipe 36/90. 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Harga Rp221.595.000
Tipe 36/96. 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Harga Rp229.875.000
Tipe 38/120. 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Harga Rp321.702.500
Melihat fakta harga demikian, bisa disimpulkan bahwa warga yang tinggal di Bukit Ebony merupakan kaum menengah. harga kaca dari berbagai jenis harga kaca tempered, dan juga harga toren atau harga tandon air atau harga tangki air
Ini dirasa cukup penting, mengingat sebaiknya dalam satu lingkup tempat tinggal kesetaraan taraf hidup antar tetangga harus seimbang.
Sementara untuk harga bahan bangunan rumah Rp400 jutaan, konsumen menengah bisa mempertimbangkan Harvest City atau Grand Mekarsari Residence. Secara, letak keduanya sama-sama berlokasi di area Cileungsi, satu jam berkendara dari Gerbang Tol Cibubur Utama.

Senin, 19 September 2016

Harga Tanah & Rumah Bekasi Mulai Merangkak

Jika lima tahun silam Bekasi masih terbatas dalam hal infrastruktur dan akses jalan, di masa depan sepertinya kawasan ini akan memiliki ragam fasilitas yang lebih maju dan lengkap.
Setidaknya, adanya rencana pembuatan Toll JORR 2 dan JORR 3 bisa menjadi pertanda positif bagi pelaku bisnis properti. Selain itu, wacana dibangunnya Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu yang digadang-gadang akan rampung di tahun 2017 turut jadi angin segar.
Hal tersebut, juga disampaikan Yohan Yan, vice principle Century 21 Metro dan Century 1 Metro Kota Harapan Indah. Related content : harga semen atau harga semen terbaru dan juga harga kusen aluminium.
Menurut Yohan, adanya kedua rencana pembuatan proyek jalan tol tersebut akan memudahkan konsumen bila tinggal di Bekasi Utara.
Terutama bagi mereka yang bekerja di Jakarta. “Jika memberikan kemudahan bagi konsumen, tentu saja membuat permintaan kebutuhan rumah akan meningkat, dan bagi pengembang, ini akan jadi kesempatan emas yang menguntungkan juga,” kata Yohan.
“Apalagi, harga rumah di Jakarta dan beberapa kota penyangga seperti Depok dan Tangerang sudah tergolong tinggi,” ia menambahkan.
Berbicara mengenai Bekasi, Yohan menyadari wilayah ini cukup besar dan memiliki banyak potensi. More information : harga wallpaper dinding, ada juga harga keramik entah harga keramik lantai atau serta harga keramik dinding.
Namun, sebenarnya ada yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa setiap wilayah di Bekasi memiliki yang berbeda. “Di Kabupaten Bekasi, potensi wilayah biasanya diperuntukkan sebagai kawasan industri.
Untuk penataan tata ruang berupa perkotaan lebih diterapkan pada Bekasi Barat dan Bekasi Utara,” ia menjelaskan. “Hal ini dikarenakan lokasi Bekasi Barat dan Bekasi Utara lebih dekat dengan Jakarta.
Sehingga, ketersediaan hunian akan lebih banyak,” ia menambahkan. Potensi inilah yang mendorong sejumlah pengembang besar seperti Summarecon, Kota Harapan Indah, Ciputra, ISPI Group, dan Metro Land beramai-ramai membangun rumah dengan berbagai karakteristik segmen pasar.
Keuntungan lain yang dimiliki Kawasan Bekasi Utara adalah harga rumah di sana masih tergolong terjangkau bila dibandingkan kawasan Jakarta-Depok-Tangerang Selatan.
“Hal tersebut dikarenakan ketersediaan tanah di Bekasi Utara masih banyak dan harganya tergolong murah, yakni berkisar Rp300 ribu – Rp500 ribu per meter persegi,”

Jumat, 13 November 2015

Galau!! BBM Naik, HP dan Material Ikut Naik

Kenaikan Harga BBM Bikin Harga Gadget dan Properti Jadi Mahal. Jakarta – Presiden terpilih Joko Widodo telah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter pada November 2014.
Pengamat properti yang juga sebagai Komisaris PT Prioritas Land Indonesia (PLI) Victor Irawan‎ mengungkapkan, dengan adanya kenaikan harga BBM tersebut dieprkirakan akan mendongkrak harga properti di 2015. Termasuk kenaikan harga kayu, kemudian harga triplek, dan juga harga semen.
‎”Tingginya laju tingkat inflasi tersebut juga akan meningkatkan harga bahan bangunan yang berimbas pada kenaikan harga properti sekitar 10 persen hingga 15 persen dari harga rata-rata saat ini,” kata Victor, Senin (6/10/2014).
Dia menganalogikan, pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter, sehingga harga BBM bersubsidi jenis premium menjadi Rp 9.000 per liter, dan jenis solar Rp 8.000 per liter.
Jika kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter, baik secara bertahap maupun langsung akan meningkatkan inflasi sekitar 1,5 persen. Sementara sebelumnya pemerintah dan BI telah mematok target tingkat inflasi pada tahun ini sekitar 5,3 persen dan dalam RAPBN 2015 asumsinya sekitar 5,5 persen.
‎”Normalnya kenaikan harga bahan bangunan rata-rata properti tesebut pertahun hanya 5 persen hingga 10 persen, sebab adanya penambahan fasilitas pada rumah atau apartemen yang dijual,” paparnya. Sebagai sosok yang bergelut di dunia properti, Victor meminta kepada peemrintah untuk lebih baik menaikkan harga BBM bersubsidi secara bertahap demi menjaga lonjakan harga properti tersebut.
Namun di sisi lain, kenaikan harga BBM tersebut juga menjadi peluang bagi para pelaku bisnis properti untuk memasarkan produknya sebelum harga properti naik pasca kenaikan BBM bersubsidi. Selain itu, angka kenaikan juga terjadi pada harga tangki air atau harga tandon air serta harga kabel lisrik.

Tahun Ini Harga Handphone dan Material Naik

Harga Smartphone Naik Seiring Naiknya Harga Material. Sejalan makin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, telah berimbas pada berbagai segmen bisnis di daerah ini. Tidak hanya barang elektronik tapi juga termasuk di antaranya bahan bangunan. Dalam beberapa hari terakhir, harga sejumlah jenis bahan bangunan telah mengalami kenaikan hingga sepuluh persen.
Sabir Sakka, salah seorang pemilik toko bahan bangunan yang berada di poros Jalan Hertasning Makassar, ketika ditemui BKM di tempat usahanya, kemarin, mengakui, kalau kenaikan itu mulai terjadi sejak nilai tukar dollar AS terhadap rupiah terus naik. Karena banyak di antara bahan bangunan yang dijualnya merupakan produk impor, seperti grendel dan ember cor.
”Kebanyakan yang naik itu bahan campuran yang merupakan produksi luar negeri, seperti grendel dan ember cor. Yang paling naik itu plastik,” jelasnya.
Kenaikan harga bahan bangunan ini juga telah membuat daya beli masyarakat jadi menurun. ”Masyarakat sepertinya mulai membatasi diri untuk membeli bahan bangunan. Karena pasaran lagi sepi, kami terpaksa menunda dulu kenaikan bahan bangunan di tempat kami seperti pada harga cat dari harga cat tembok maupun harga cat terbaru. Salah satu jalan yang ditempuh adalah dengan mengurangi jumlah persediaan. Takutnya, nanti kami sudah stok banyak tapi pembeli kurang.
Jadi ada beberapa bahan bangunan yang kami jual stoknya kosong,” katanya. Diakui, kenaikan harga bahan bangunan ini tidak terlalu signifikan. Besaran kenaikannya sekitar sepuluh persen. Harga bahan bangunan yang dijualnya Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu. Begitu pula dengan besi yang dulunya dijual seharga Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu.
”Tapi kalau untuk saat sekarang saya belum kasi naik. Masih tetap harga dulu. Karena kita juga menjaga kelangsungan dengan costumer. Kalau tiba-tiba naik, nanti pelanggan jadi kaget,”  Kenaikan harga sejumlah bahan bangunan yang berdampak pada menurunnya animo masyarakat untuk membeli, juga dirasakan pemilik toko bahan bangunan Mamminasata.
”Animo masyarakat membeli bahan bangunan menurun atau bahkan terbilang kecil. Mereka yang sudah telanjur membangun rumah, mau tidak mau pasti terus dilanjutkan. Pasaran sepi, tentu proyek-proyek juga tidak jalan. Untuk sisa stok yang saat ini kami jual masih dengan harga lama. Kecuali barang yang baru datang, sudah pasti kami mematok dengan harga yang baru,” jelasnya
Badan Puat Statistik (BPS) mencatat, terjadi kenaikan harga bahan bangunan pada April lalu. Hal itu tercermin dari Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) bahan bagunan atau konstruksi di Indonesia yang naik dari 127,58 poin pada Maret menjadi 127,7 poin.
Data BPS yang dikutip VIVA.co.id, Selasa 5 Mei 2015 memaparkan, kelompok bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal menyumbang andil terbesar dari kenaikan tersebut yaitu 0,09 persen. Entah untuk kenaikan harga besi maupun harga keramik.
Kelompok bahan bahan bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum dan komunikasi menyumbang andil 0,01 persen. Sementara itu, klompok bahan bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan dan pelabuhan mengalami penurunan menjadi – 0,01 persen.
Lebih lanjut data tersebut memaparkan, kenaikan harga grosir bahan bangunan paling besar terjadi pada cat dan cat dasar yaitu sebesar 1,64 persen. Diikuti oleh pendingin ruangan 1,52 persen, genteng dan atap lainnya 1,05 persen, kerikil dan sirtu alam 0,69 persen dan pasir sebesar 0,47 persen untuk harga borongan bangunan dan juga harga kaca.
Sementara, barang bangunan yang mengalami menurunan harga, antara lain, besi beton sebesar -0,85 persen batu bata turun sebesar -0,62 persen, semen sebesar -0,47 persen, harga aspal sebesar -0,44 persen, kemudian besi dan lainnya sebesar -0,35 persen.

Senin, 20 Oktober 2014

Harga Material Bangunan Naik Pesat

Harga bahan bangunan dan untuk cat tembok merk Waterproof yang merupakan cat tembok tahan bocor tadinya seharga Rp650 ribu per kaleng takaran 20 kg. "Sekarang sudah naik hampir Rp720 ribu. Tapi saya masih menjualnya dengan harga lama karena stok banyak," kata dia. Sementara untuk berbagai jenis produk Cat Avian, harganya menurut dia masih relatif normal dan hanya mengalami kenaikan harga maksimal 5 persen dari biasanya. Diana (35), pemilik toko bangunan ''Mutiara Permai'' yang berlokasi di Jalan Bukitbarisan juga mengakui hal sama. Menurut dia, harga berbagai merk semen sejauh ini yang belum mengalami kenaikan.

Sementara untuk hampir seluruh bahan bangunan lainnya mengalami kenaikan tergantung bagaimana cara menghitung borongan bangunan Seperti pasir pasang (untuk pemasangan batu bata), menurut Diana, sebelumnya dijual seharga Rp250 ribu per kubik, namun saat ini naik menjadi Rp300 ribu per kubik.

Begitu juga dengan Harga material bangunan dan kerikil cor (untuk lantai) kata dia juga mengalami kenaikan dari Rp280 ribu menjadi Rp340 ribu per kubik. "Namun kebanyak warga membeli pasir pasang dan kerikil cor dengan takaran per mobil mini ''pick up'' (mobil mini bus dengan bak terbuka) yang sekarang harganya sekitar Rp450 ribu. Sebelumnya hanya Rp380 ribu," katanya.

Diana mengatakan, untuk semen produk Semen Padang saat ini harganya masih normal, namun dikabarkan bakal naik pada Senin (3/6). "Semen kabarnya besok sudah naik dari Rp52 ribu menjadi Rp55 ribu per sak (karung takaran 50 kg). Khususnya Semen Padang," katanya. Sementara untuk bahan bangunan lainnya seperti pipa pralon kenaikan harganya bahkan mencapai 12 persen.

Sejumlah pedagang contoh gambar wallpaper dinding dan bahan bangunan mengakui kenaikan harga ragam produk bahan bangunan itu dipicu oleh rencana kenaikan harga wallpaper dinding. Sebelumnya pemerintah telah menetapkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan dilaksanakan pertengahan Juni 2013.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mahendra Siregar di Jakarta mengatakan, penyesuaian harga BBM bersubsidi harus dilakukan secepatnya karena volume BBM subsidi semakin meningkat terus.

Menurut dia, jika berlarut-larut maka memberikan dampak negatif terhadap perekonomian nasional. Saat ini kuota BBM bersubsidi telah melampaui batas, yakni mencapai 48 juta kiloliter dari sebelumnya 46 juta kiloliter.

Source : http://hargabahanbangunan.co/

Senin, 25 Agustus 2014

Perkembangan Bisnis Material Bangunan

Meningkatnya kondisi perekonomian nasional ikut mendorong tumbuhnya industri bahan bangunan di Tanah Air. Indonesia saat ini bahkan tercatat sebagai salah satu produsen keramik terbesar dunia setelah China, Italia, Spanyol, Turki, dan Brasil.
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto mengatakan, indikator pertumbuhan industri harga bahan bangunan Indonesia dapat terlihat dari bermunculannya toko bahan modern dengan konsep swalayan.
“Tingginya permintaan bahan bangunan seperti harga kusen aluminium dan juga harga kusen kayu di dalam negeri dapat menjadi peluang untuk mengembangkan industri bahan bangunan nasional,” ujar Panggah dalam pembukaan Pameran Industri Keramik dan Bahan Bangunan di Plasa Pameran Industri, Gedung Kemenperin, Jakarta, Selasa (19/11/2013).
Panggah mengungkapkan, perkembangan pesat industri bahan bangunan nasional tak terlepas dari meningkatnya kebutuhan pembangunan perumahan dan program pemerintah seperti Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) serta Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (P4B). Inilah yang membuat naiknya harga lantai kayu dan juga harga pipa di indonesia.
Di bidang keramik, Indonesia yang menampati posisi keenam dunia mampu mengekspor produknya dengan nilai rata-rata per tahun mencapai US$ 200 juta. Kapasitas produksi industri keramik nasional pada tahun ini mencapai 420 juta meter persegi.
Tak hanya keramik, industri semen nasional juga semakin tumbuh ditandai dengan peningkatan kapasitas produksi menjadi 59,7 juta ton pada 2012. Produksi itu berasal dari 11 produsen yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.
Untuk industri kaca, sebagai industri padat modal dan pada energi, Indonesia telah mencapai volume penjualan sebesar 1,15 juta ton pada 2013 atau meningkat 6,5% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan industri cat nasional pada tahun yang sama mampu memproduksi sebanyak 820 ribu ton atau meningkat 9% dibanding tahun 2011.
Sebagai informasi, pameran industri bahan bangunan kal iini berlangsung mulai 19-22 November 2013 dan diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari 10 perusahaan keramik, 4 perusahaan kaca, 5 perusahaan semen, 2 perusahaan cat, dan 10 industri kecil keramik hias.
Dengan mengangkat tema “Dari Sumber Daya Alam Indonesia untuk Produk Berkualitas dan Ramah Lingkungan” ditujukan untuk menggenjot penggunaan bahan baku yang berasal dari sumber daya alam (SDA) Indonesia untuk pemenuhan kualitas produk yang dihasilkan, serta mendorong pelaku usaha serta konsumen untuk menghasilkan dan menggunakan produk-produk lokal yang ramah lingkungan. Simak berita terkait lainnya :

Harga Cat Dinding Tetap Stabil Tahun Ini

Direktur Pemasaran PT Mowilex Indonesia Jusri Sidik mengatakan harga Mowilex dan Cendana telah naik 11% – 12% pada Maret lalu.
Senior Factory Manager PT Mowilex Indonesia Rudi Nufris mengatakan harga bahan baku utama cat naik pada kisaran 10% – 15% sejak awal 2011.
Lonjakan kebutuhan bahan baku utama cat di pasar global seperti Titanium Dioxide dan bahan pengikat molekul, menurut dia, tidak dapat dicukupi oleh produsen. Entah itu untuk kenaikan harga cat kayu maupun harga cat besi .
Data Bloomberg menunjukkan harga rata-rata minyak dunia, bahan utama produk-produk petrokima naik 23% sejak awal tahun ini. Adapun harga titanium dioxide, bahan utama produksi pigmen, tumbuh 7,7%.
Marketing and Dealer Development Manager Decorative Segmet Jotun Indonesia Husodo Hoe mengatakan distribusi produk terhambat karena sebagian distributor tutup akibat banjir. Hal ini bersamaan dengan naiknya harga triplek kemudian harga toren penguin dan juga harga kabel listrik.
Jotun Indonesia berlokasi di kawasan industri MM2100 Bekasi. Husodo mengatakan meskipun memiliki gudang di daerah Cakung, namun Jotun kewalahan mendistribusikan ke sejumlah distributor di Jatinegara dan daerah Jakarta lainnya. Informasi kenaikan harga bahan bangunan lainnya bisa anda lihat dibawah ini :

Harga Harga Bangunan Tidak Naik Ramadhan Lalu

Hasil pemantauan yang dilakukan dibeberapa toko bangunan di Bandar Lampung tidak terjadi kenaikan harga bangunan menjelang Ramadan. Ahmad pemilik toko Srimulya yang berada di jalan Arif Rahman Hakim mengatakan terjadi kenaikan pada harga semen Holcim sejak sebulan yang lalu yang awalnya dijual Rp57-58 ribu sekarang Rp59 ribu. Namun untuk bahan bangunan yang lain tidak mengalami kenaikan.
Sedangkan Joni pemilik Toko Gunung Mas yang berada di Jalan Kimaja juga mengatakan tidak terjadinya kenaikan pada harga bahan bangunan, seperti semen padang yang masih dijual seharga Rp56 ribu.
“Saat ini pembeli sangat sepi sekali harapannya lebaran akan berpengaruh terhadap minat beli konsumen,” ujar Joni.(). Namun kondisi ini berbeda dengan yang ada di Bangka Belitung. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung menyatakan cuaca buruk yang terjadi di perairan memicu kenaikan harga bahan bangunan di daerah tersebut.
Semenjak kapal barang tidak berlayar karena gelombang tinggi, rata-rata harga bahan bangunan seperti semen, besi, seng, kayu papan, batu bata dan lainnya naik Rp2.000 hingga Rp3.000 per jenis bahan bangunan. Demikian halnya dengan kenaikan yang terjadi pada harga semen , kemudian harga kaca, serta juga harga kayu , serta tak ketinggalanharga borongan bangunan.
Harga semen merek tiga roda naik menjadi Rp65 ribu dari harga Rp63 ribu per zak, holcim bertahan naik Rp62 ribu dari Rp60 ribu per zak, bosowa bertahan Rp60 ribu dari Rp57 ribu per zak. Demikian juga harga seng gelombang tebal dua centi meter naik Rp20 ribu dari Rp18 ribu per lembar, seng gelombang tebal tiga centi meter naik Rp40 ribu dari Rp36 ribu per lembar.
Besi ukuran 6 milimeter (mm) naik Rp35 ribu dari harga sebelumnya Rp30 ribu per batang, besi 8 mm naik Rp55 ribu dari Rp50 ribu per batang, besi 10 mm naik Rp65 ribu dari Rp60 ribu per batang. perbatang.
Sementara itu, harga kayu papan jenis kayu meranti ukuran 4×6 meter bertahan Rp30 ribu, papan ukuran 5×7 meter bertahan Rp50 ribu per batang, balok kayu ukuran 8×12 bertahan Rp150 ribu per batang, balok kayu ukuran 6×12 bertahan Rp125 ribu per batang.
Harga batu bata merah bertahan Rp1.400 per buah, batako bertahan Rp1.700 per buah.
Diperkirakan harga akan terus mengalami kenaikkan apabila kondisi cuaca di perairan masih memburuk
Harga bahan bangunan yang tinggi ini berdampak terhadap permintaan bahan bangunan yang berkurang drastis seiring masih melemahnya daya beli warga di daerah itu.
Saat ini, permintaan bahan bangunan didominasi kontraktor bangunan, sementara permintaan warga untuk membangun rumah dan lainnya kurang seiring hasil perkebunan seperti lada putih, karet, sawit dan bijih timah berkurang.
Dilihat secara umum perkembangan harga barang termasuk bahan bangunan di Pangkalpinang cenderung lebih tinggi karena hampir 80 persen barang yang beredar di pasaran merupakan kiriman dari Jawa dan Sumatera, jarak pengiriman barang yang terlalu jauh ke Bangka tentunya memerlukan biaya tinggi sehingga secara otomatis perkembangan harga di pasaran cenderung lebih tinggi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kenaikan yang lebih tinggi, Pemerintah terus memantau harga barang secara rutin untuk mengantisipasi adanya permainan harga barang yang cenderung memberatkan konsumen.
Tingginya biaya logistik akibat bencana banjir pasti mengakibatkan inflasi tinggi. Melambungnya biaya logistik mengakibatkan rakyat menderita karena sulitnya melakukan kegiatan mobilisasi guna menopang perekonomian masyarakat, karena itu jika kondisi cuaca di perairan membaik dan pasokan bahan bangunan ini kembali lancar dan harga kembali stabil. Berikut informasi beberpa harga material bangunan terbaru 2014 :

Harga Material Bangunan Tergolong Stabil

Harga bahan bangunan pada kuartal I/2014 cenderung stabil dan tak mengalami kenaikan signifikan. Di toko bahan bangunan, besi mengalami kenaikan paling tinggi yakni 6%-8% dari awal Januari 2014.
Penegasan itu diperoleh bisnis di sejumlah toko bahan bangunan. Menurut mereka, besi mengalami kenaikan paling tinggi dari harga lainnya.
“Harga bahan bangunan sudah naik sejak awal tahun lalu tapi belum seluruhnya, hanya beberapa item. Yang terparah besi,” tutur Dewi Indah, pemilik sebuah toko material di kawasan Tanah Abang Jakarta kepada Bisnis, Jumat (9/5/2014).
Pernyataan Dewi diamini Subekti. Dijelaskan pemilik TB Sejahtera di kawasan Thamrin itu, harga Besi ukuran 9 mili, dari Rp 28.500 kini naik berkisar antara Rp 34.000.
Adapun, bahan bangunan lain, seperti seng, tripleks, batu bata dan pasir, harganya cenderung stabil. Kalau ada kenaikan, lanjut Subekti, cenderung tipis. “Mungkin naik Rp500 sampi Rp1000,” ujar dia.
Kedua pedangan itu menyebut, kenaikan harga sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu. Mereka sepakat kenaikan harga itu akibat stok di beberapa supllier besar menipis. Alhasil berimbas pada sektot dibawahnya.
Hal itu memang diakui Simon Gideon, salah seorang pedagang besar bahan bangunan. Dia mengakui harga beberapa item barang memang mengalami kenaikan, misalnya seperti pada material harga cat , kemudian harga besi beton, ada juga harga keramik , serta tak ketinggalan harga wallpaper dinding.
Besarnya 5%-8%. Kenaikan harga dia lakukan sejak Januari 2014 lalu. Akibat kenaikan tersebut permintaan menjadi sepi dan otomatis berpengaruh pada penjualan.
Dia menambahkan pemicunya bukan nilai tukar sebab meskipun dolar berfluktuasi, tapi harga bahan bangunan relatif stabil. “Lebih kepada kelangkaan stok barang dari pabrik,” ucapnya. Dan berikut informasi terbaru mengenai harga material bangunan, diantaranya :